
Sir Haversnib The Third adalah seekor burung gagak kecil yang ditemukan oleh Profesor Hyacinth Hargreaves saat melakukan perjalanan ke Athens. Ia adalah burung eksentrik yang menyukai barang antik. Beberapa aksesoris favoritnya adalah sebuah lonceng kecil berwarna perunggu, dan kerah kecil dari jaring laba-laba yang berklau dibawah sinar matahari.Bulu Sir Haversnib berwarna biru pualam dengan bintik safir. Paruhnya yang melengkung biasanya menampung tetesan dari nektar ajaib atau untuk mematuk jari-jari murid Ramalan pemula yang terlalu penasaran. Sorot matanya tegas dan berkilau dengan kecerdasan. Ia memiliki kebiasaan menyipitkan matanya saat sedang mencibir Hyacinth yang sedang menyelesaikan rapor atau menerangkan materi kepada orang asing.Sir Haversnib biasanya akan bertengger di tepi meja mahoni mengkilap milik Profesor Hyacinth selagi mengawasi ruangan seperti hakim mungil. Sayapnya yang tipis dan ramping membantunya untuk bergerak cepat, terkadang meninggalkan jejak debu berkilau di udara. Ia hampir memiliki jawaban untuk setiap pertanyaan. Jika ia sedang senang atau jengkel, kepakannya akan terlihat seperti letupan kembang api kecil. Terkadang ia akan menghampiri beberapa murid yang menarik perhatiannya hanya untuk membuat murid tersebut setengah gugup, takut dilempari komentar pedas yang anehnya selalu presisi.Jika kamu bertemu Sir Haversnib, berikan ia setitik nektar atau serangga kecil seperti laba-laba untuk mengambil hatinya.

Di akhir bulan, murid-murid yang mengumpulkan evaluasi kelas akan mendapat sebuah rapor evaluasi yang memuat:
| 1. Partisipasi dan Elemen. |
|---|
| Api: Murid yang penuh semangat dan antusias, sering mengangkat tangan dan memiliki kepercayaan diri untuk menyampaikan pendapatnya di depan umum. Biasanya ditentukan dari sesi diskursus. |
| Air: Murid yang berkemampuan menafsirkan praktik ramalan dan berbesar hati untuk membagikan pengalamannya kepada teman yang lain. Biasa dipilih dari narasi cerita yang menarik. |
| Udara: Murid yang paling sering berinteraksi dan memiliki tanggapan terhadap materi pelajaran. Biasa ditentukan dari murid yang paling sering melakukan QRT. |
| Tanah: Murid dengan performa yang paling stabil. Meskipun bukan penjawab tercepat, ia tidak pernah absen di kelas sehingga kehadirannya menjadi angin segar. |
| 2. Energi dan Bakat. | |||
|---|---|---|---|
| Oracle. | Seer. | Augur. | Haruspice. |
| Sering membuat tanggapan yang reflektif. | Pengamat yang mengandalkan intuisi dan perasaan. Peka terhadap energi halus. | Suaranya mungkin tidak keras di kelas, tapi selalu tepat sasaran saat memberikan tanggapan. | Menyukai praktik ramalan yang menggunakan objek pasti, seperti buku atau teh karena memiliki daya analitis baik. |
| Tenang, kontemplatif, tindakan dan ucapannya hati-hati | Riang dan santai, tapi cepat menangkap intisari pelajaran. | Lebih suka praktik di alam atau di luar ruangan. | Tekun, perlu waktu saat memahami materi. Ia bisa menjelaskan pelajaran kembali dengan kritis dan rinci. |
| Menonjol dalam kerja kelompok, fleksibel, pandai membaca situasi. | Pemikir yang berada di sudut ruangan. Menonjol dalam tugas mandiri. | Narasi kelas panjang dan detil untuk mengekspresikan pengetahuannya. | Tidak segan untuk mengutarakan pendapat, jujur saat berekspresi. |
| Suka membaca sistem besar seperti tarot menyeluruh, astrologi, mitologi. | Energinya tenang tapi membuat orang lain merasa didengar tanpa banyak bicara. | Memahami sesuatu dengan cara mengalami sendiri. | Kadang kelihatan pemalu, tetapi sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang. |
| 3. Catatan Tambahan. |
|---|
| Pesan pribadi dari pengajar dan Sir Haversnib untukmu. |

Sir Haversnib The Third tinggal di sebuah rumah tanpa batas. Terkadang atap tempat tidurnya adalah langit, kadang ia harus menyeberangi laut untuk sampai ke ruangan utama. Saat ombak pasang, ia harus terbang ke dahan yang lebih tinggi dan menjaga sarangnya tetap kering.Hanya ada sekumpulan Albatross yang singgah di Aula Barat Daya yang menjadi teman berbicaranya, dan Tuan Shakespeare yang berada di Vestibule 3. Beberapa menit setiap sebelum matahari terbit, ia akan mengunjungi Chalk Room tempatnya menggambar arah yang sudah pernah dilewati dan mencatat waktu. Hyacinth menemukannya di tempat ini. Aku ingat rambut pirangnya dikepang rendah, beberapa anak rambut mencuat dari karet dan menempel di keningnya. Kedua pipi Hue bersemu merah, kelopak matanya mengedip berkali-kali saat pandangan kami bertemu.Labirin ini dapat diakses oleh siapapun yang berhasil menjalankan ritual dengan benar. Ritual tersebut terdiri dari prosesi yang panjang, mantra serta kuno, sampai objek persembahan eksentrik. Di masa lalu, Hue sering tidak bisa kembali. Terkadang, hal itu hanya disebabkan oleh lingkaran kapur yang tidak ia gambar dengan rapat atau posisi objek yang terbalik.Oleh karena itu, Hue dan Sir Haversnib menyederhanakan prosesi ritual. Hanya dengan kapur, lilin, dupa, dan sebuah mantra, kami dapat mengajak orang lain untuk menjelajah.Di sisi lain, rute labirin tidak berubah setiap kali kamu mengunjunginya, namun temboknya berdenyut seolah sedang mendengar dan mengawasi. Di satu waktu, kamu akan diajak berkelana. Di waktu yang lain, kamu diajak untuk menunggu air surut demi mengumpulkan rumput laut.
Hanya ada satu peraturan saat kamu berada di dalam Labirin. Jangan pernah terpisah dari rombongan.Berdasarkan catatan Sir Haversnib, ada beberapa ruangan yang perlu perhatian lebih, seperti:- Aula 3 di Utara, Vestibule 9: Tempat cahaya bulan terlihat pertama kali, titik pertemuan antara tiga gelombang air raksasa. Belakangan diketahui bahwa ini adalah portal.
- Pintu Timur Pertama dari Aula Barat: Ada tiga patung wanita yang dikenal sebagai the Maiden, Mother, Crone. Saat kakinya menyentuh pundak mereka, Sir Haversnib mengaku mendapat kilat pengelihatan masa depan.
- Ruang Bawah Tanah di bawah 37 Aula Barat Daya: Turun dari tangga Vestibule 43, ada sebuah pintu yang tertutup dan tidak tersentuh salju, sewaktu-waktu akan ada semburan api dari engsel serta daun pintu tersebut. Sir Haversnib kira akan ada kebakaran massal di labirin, namun api tersebut tidak menyebar kemanapun. Terisolasi di balik pintu.❀ diadaptasi dari karya tulis Piranesi, Susanna Clarke.

| Persentase. | Kriteria. |
|---|---|
| 30% | Kehadiran. Bonus apabila menghadiri event. |
| 25% | Kualitas narasi. |
| 10% | Jumlah balasan narasi. |
| 25% | Interaksi in-class. |
| 10% | Interaksi after class. |





